Tips Memilih Perguruan Tinggi

Siswa SMA/SMK hanya bisa sesaat merayakan kelulusannya. Kini mereka harus cermat memilih perguruan tinggi seandainya bercita-cita melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Lalu, faktor-faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan saat memilih perguruan tinggi? Saya melihat ada dua kelompok faktor yaitu faktor internal yang menyangkut individu calon mahasiswanya, serta faktor eksternal terkait informasi tentang perguruan tinggi yang akan dipilih.

Faktor individu memegang peran penting, selain peran kampus
Kesiapan Individu Nomor Satu

Faktor individual menjadi modal dan penentu kesuksesan belajar di perguruan tinggi. Minat, motivasi, disiplin, rajin, inisiatif, kemandirian, dan semua sikap dan tindakan positif dari mahasiswa menjadi penentu utama keberhasilan menempuh proses pembelajaran di perguruan tinggi.

Proses transisi yang tidak mulus dari model pembelajaran di SMA/SMK ke perguruan tinggi bisa membuat mahasiswa hanya mendapatkan status mahasiswa, tanpa disertai peningkatan kapasitas, pengetahuan, wawasan, dan kepribadian. Akhirnya kampus menjadi label baru yang tidak memberikan nilai tambah apa-apa. Status mahasiswa pun hanya sekedar gaya hidup dan menunaikan kewajiban dari keinginan dan harapan orang tua atau keluarga saja.

Jadi kesiapan dan mental calon mahasiswa adalah modal utama, yang sejatinya akan terus dipupuk dan dikembangkan melalui proses pembelajaran di perguruan tinggi. Saat semua modal internal tersebut

Walaupun belajar di perguruan tinggi mana pun sama saja – jika kita berpatokan pada argumentasi bahwa kesuksesan lulusan bergantung pada pribadi masing-masing – namun pengembangan kapasitas intelektual bisa dirangsang dari luar, atau melalui proses pembelajaran yang tepat. Jadi faktor selanjutnya adalah memilih perguruan tinggi yang tepat. Disinilah masalahnya, jumlah perguruan tinggi di Indonesia – baik PTN dan PTS – sudah lebih dari 3000 perguruan tinggi.

Cari Informasi Akurat

Sebagai sebuah lembaga yang ingin mendapatkan mahasiswa terbaik – dan juga dengan jumlah yang tepat – perguruan tinggi pun berlomba-lomba menarik minat dan perhatian calon mahasiswa. Saat ini hampir semua kampus membuat promosi atau pencitraan, baik langsung maupun tidak langsung ke publik. Lihat saja berbagai promosi di media cetak atau elektronik, bahkan ruang publik pun dimanfaatkan kampus untuk promosi. Inilah salah satu cara penyampain informasi ke masyarakat secara langsung.

Saat semuanya menyajikan informasi yang baik-baik saja, atau sebatas janji atau jargon pemasaran, calon mahasiswa dan orangtua harus mencoba mencari informasi lain secara tidak langsung yang bisa memberikan gambaran utuh tentang mutu atau kinerja sebuah perguruan tinggi. Kita pun harus bijak memilah dan memilih informasi yang akurat. Era informasi membuat fenomena banjir informasi, yang tidak jarang menyajikan informasi yang tidak benar.

Dengan demikian, kita harus mencari informasi yang tepat dari beberapa sumber terpercaya, dengan segala plus-minusnya tentunya. Intinya, kita perlu melakukan verifikasi atau cross-check terhadap semua informasi, termasuk informasi yang tergolong buruk atau jelek tentang sebuah kampus. Perlu diingat, tidak ada kampus yang sempurna, selalu ada sisi keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Sebuah kampus pun mungkin mempunyai keunggulan di program studi atau di aspek tertentu, namun kurang unggul di program studi atau aspek yang lain. Idealnya, cari sebuah kampus yang lebih banyak keunggulannya daripada kelemahannya. Di sinilah informasi yang menyeluruh perlu dijadikan acuan sebelum memilih perguruan tinggi.

Informasi tersebut mencakup fasilitas fisik kampus, jumlah dan kompetensi dosen, prestasi civitas akademika dan dosen, fasilitas teknologi dan sarana internet, prestasi institusi, akreditasi program studi dan institusi, dan informasi lainnya yang mengangkut semua aspek pengelolaan perguruan tinggi.

About

View all posts by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *